Monday, July 29, 2013

School In Love (Chapter 1)

Title : School In Love
Genre : Romance, Friendship
Rate : PG 17
Author : Putri Ayu Rachmawati
Disclaimer : FF ini milik Author dan hanya imajinasi author saja.. Jika ada typo(s) mohon jangan adukan ke polisi *abaikan xD semua cast disini hanya milik Allah S.W.T.
Author Note : DON’T PLAGIAT!!!!!!
Admin Note : Ini adalah ff teman admin yang dititipkan di blog ini^^ FF ini juga dishare di blog lain.
Main Cast : 
§ Wu Yi Fan/Kris (EXO-M)
§ Kim Cheonsa (OC)
§ Park Soo Jin (OC)
§ Xi Luhan (EXO-M)

AUTHOR POV
Pagi ini, di kota berjulukan ginseng ini, seorang yeoja menapakkan kaki jenjangnya di tanah kelahiran orang tuanya. Setelah ia pergi selama 5 tahun untuk melanjutkan study-nya di Canada sesuai perintah ayahnya. Sepatu putih ber-hak 7 cm yang yeoja itu kanakan melangkah menelusuri salah satu bandara yang ada di negeri Ginseng ini. Setiap langkahnya terlihat yakin dan pasti. Dari raut wajahnya, tersirat kebahagiaan yang begitu besar melihat tak ada yang berubah dari kota yang sudah ia tinggalkan selama 5 tahun.
“Seoul, I’m back” gumamnya seraya menarik troli berisikan beberapa kopernya menuju ruang tunggu bandara Incheon Internasional Airport. Tiba-tiba sebuah tangan mungil menyentuh pundak yeoja itu hingga membuatnya sedikit kaget.
“Cheonsa? Ini Kim Cheonsa kan?” Tanya yeoja itu. Yeoja yang dipanggil tersebut menoleh kearah sumber suara tersebut.
“Unnie?! Jeongmal bogoshipoyo unnie…” Yeoja yang bernama Cheonsa itu memeluk unnienya dengan erat selama 2 menit untuk melepaskan kerinduan diantara mereka.
“Cheonsa-ya, kau makin tinggi saja.. aku kan jadi sulit untuk menjitak kepalamu…” canda Kim Taeyeon sambil berjinjit untuk menjitak Cheonsa.
“hahaha… mungkin kau saja yang makin pendek unnie.. hmm.. bagaimana kabarmu unnie? Kudengar dari Soojin unnie sukses menjadi artis seperti keinginan unnie… apakah itu benar?” Tanya Cheonsa sambil memasukkan koper-kopernya kedalam bagasi mobil.
“Mmm… ne, unnie sudah lama debut menjadi artis. Nggg… lebih baik kita membicarakan ini dirumah saja ne?” “Ne..”
@ KIM FAMILY HOME
“WELCOME HOME KIM CHEONSA !!!” teriak seluruh keluarga Kim ditambah dengan adanya Luhan, Soo jin, dan member SNSD lainnya.
“Omo.. kalian sudah mempersiapkan ini??” Tanya Cheonsa.
“ Ne! tentu saja! Kami kan sudah tidak bertemu denganmu 5 tahun Cheonsa-ya…” ujar soo jin sambil memeluk Cheonsa erat.
“Ne! bogoshipo Cheonsa-ya~~” ujar Luhan sambil melakukan hal yang sama seperti yang Soo jin lakukan. “Cheonsa-ah~~ bogoshipo..” sebuah suara memberhentikan kegiatan saling peluk antara –Cheonsa-SooJin-Luhan-.
“Umma!! Appa!! Bogoshipo~~” Cheonsa berlari kecil kearah orang tuanya dan memeluk mereka erat.
“Bagaimana kabarmu chagi?? Umma sangat merindukanmu” Nyonya Kim melepaskan pelukannya dengan anak bungsunya itu dan menatapnya.
“Aku baik- Ani! Sangat baik disana “ jawab Cheonsa sambil tersenyum manis hingga memperlihatkan eye smilenya.
“Jadi ini adik Taeyeon unnie?? Wahh.. neomu-neomu kyeopta!!” ujur salah satu yeoja yang sudah ia kenal.
“Seohyun unnie? Kalian teman satu grup Taeng unnie kan?” Tanya Cheonsa.
“Ne, pasti soo jin sudah menceritakannya padamu” ujar yeoja berambut blonde yang berdiri disamping Seohyun.
“Ne! ternyata kalian semua lebih cantik dari foto yang diperlihatkan Soo jin padaku” puji Cheonsa yang membuat semua member SNSD tersenyum senang.
“Gomawo Cheonsa-ya.. lain kali main ke dorm SNSD oke!” usul Hyoyeon yang dibalas anggukan oleh Cheonsa.
“Ngg.. Umma,Appa kami masih ada jadwal, jadi kami harus pergi dulu.. Lain kali unniedeul akan mengunjungimu.. Pai-pai..” ujar Taeyeon dan member SNSD lainnya setelah pamit pada tuan dan nyonya Kim.
“Ne! hati-hati dijalan unniedeul !!!” teriak Cheonsa sambil melambaikan tangannya pada SNSD unnie.
“Cheonsa-ya~~ kita satu sekolah lagi loh~ orang tuamu sudah mendaftarkanmu disekolah yang sama dengan kami” ujar SooJin sambil menepuk pundak Cheonsa dan mengisyaratkannya untuk segera masuk. Cheonsa dan SooJin berjalan menuju kamarnya bersama seraya bersenandung ria.
“Sudah sampai..”
Cheonsa menyentuh gagang pintu dan memutarnya secara perlahan. Sebuah kamar bernuansa biru aqua terlihat setelah pintu kamar terbuka secara sempurna. Cheonsa melangkahkan kakinya memasuki kamarnya tersebut. Sebuah kasur berukuran King Bed Size terpampang rapih ditengah-tengah kamar. Barang-barang yang mendominasi berwarna putih dan biru muda sudah tertata rapih ditempat masing-masing.
“Kamar ini kami berdua yang mendesain loh~~ menurutmu, bagaimana? Bagus kan?” ujar Luhan pada Cheonsa yang masih melihat-lihat keadaan kamar barunya.
“Bagus, sangat bagus malah..gomawo nae chingu…” jawab Cheonsa sambil berlari dan memeluk SooJin dan Luhan bersamaan.
2 days later…
Di pagi yang cerah ini, di kediaman keluarga Kim terdapat seorang yeoja sedang duduk bersama kedua orang tuanya. Mereka sedang asyik memakan masakan yang dimasakkan oleh chef andalan keluarga Kim. Yeoja yang sedang duduk bersama orang tuanya adalah Kim Cheonsa.
Di tubuh Cheonsa sudah melekat dengan sempurna seragam khas sekolah yang akan ditempatinya. Di sisi kanan almaternya terdapat sebuah ukiran lambang sekolahnya yang dibuat dengan bordiran emas. Rambut coklat panjangnya dibiarkan terurai olehnya. Sepatu White Snickers yang digunakannya sudah terpasang rapih di kaki jenjang miliknya. Yeoja yang memiliki kulit seputih susu ini sudah selesai menikmati makannya. Cheonsa bangkit dari kursinya, ia akan berangkat menuju sekolah barunya, jadi ia tidak ingin terlambat dihari pertama sekolahnya.
@ Marvelous High School
Di pagi yang cerah ini, suasana Marvelous High School masih sepi. Mungkin saja karena banyak murid yang masih malas datang sepagi ini ke sekolah. Sekarang masih pukul 06.15 pagi. Masih ada waktu sekitar 1 jam sebelum bel masuk berbunyi. Disaat murid-murid mulai banyak berdatangan, sebuah mobil sport berwarna merah memasuki kawasan Marvelous High School. Setelah memarkirkannya, Seorang namja turun dari mobil tersebut. Beberapa yeoja yang baru datang dan melintasi lapangan parkir mulai berteriak-teriak melihat beberapa namja turun menyusul namja tadi.
Namja yang turun tadi adalah Kris, anak dari pemilik Marvelous High School. Namja berperawakan tinggi tersebut turun diikuti oleh beberapa sahabatnya yang tak lain tak bukan adalah Kim Jong In atau lebih sering disapa Kai, Oh Sehun, dan Park Chanyeol. Sebenarnya, ada seorang namja lagi, tapi sepertinya namja tersebut belum datang. Kris pergi meninggalkan kerumunan yeoja yang berteriak tidak jelas dan itu membuat telinganya terrasa sakit. Kris berjalan tanpa menghiraukan beberapa yeoja yang memanggil namanya.
“Kris, kau tidak tersenyum kepada mereka? Setidaknya berikan killer smilemu itu…” ujar Kai pada Kris sambil menepuk bahunya pelan. Kris menghela nafas kecil dan membalikkan badannya. Kris tersenyum kecil kepada para penggemarnya, kemudian pergi meninggalkan kerumunan yeoja tersebut.
Beberapa yeoja yang melihat Kris tersenyum sontak langsung berteriak histeris karena Kris tersenyum pada mereka. Bahkan beberapa dari mareka ada yang pingsan. Sepertinya julukan killer smile untuk Kris bener-benar pantas untuknya. Terlihat dari reaksi yeoja-yeoja yang menyatakan diri mereka sebagai fans Kris. Bukankah Kris hanya namja yang kaya dan tampan? Kris bukanlah artis yang bisa bernyanyi dan menari. Jadi, apa yang harus dibanggakan dari seorang Kris??
***
Cheonsa berjalan memasuki sekolah barunya, Marvelous High School. Yap! Cheonsa akan bersekolah di Marvelous High School, Sekolah ter-elit se-korea selatan. Mungkin hanya anak yang orang tuanya berpenghasilan diatas rata-rata saja yang bisa masuk ke sekolah ini. Dan, hanya anak yang beruntung yang bisa mendapatkan beasiswa untuk masuk ke sekolah ini.
Cheonsa adalah satu dari 10 anak beruntung yang mendapatkan beasiswa untuk masuk kesekolah ini. Tapi, jangan kira Cheonsa bukanlah anak dari orang tua yang berpenghasilan rata-rata atau dibawah rata-rata. Cheonsa memang dengan sengaja menyembunyikan statusnya sebagai anak konglomerat. Karena menurutnya, sekolah bukanlah untuk berlomba-lomba memamerkan kekayaan orang tua, melainkan untuk belajar dan meraih cita-cita.
Cheonsa melangkahkan kaki jenjangnya memasuki kawasan Marvelous High School. Saat sedang berada dikawasan parkir, ia melihat kerumunan yeoja yang sedang berteriak-teriak histeris. ‘Mungkin hanya anak populer..’ Batin Cheonsa. Tanpa mempedulikan kerumunan itu, Cheonsa berjalan santai menuju ruang administrasi. Namun langkahnya terhenti saat seseorang menepuk bahunya.
“Hai Cheonnie~~~” sapa SooJin saat Cheonsa membalikkan badannya melihat siapa yang menepuk bahunya.
“Ku kira siapa, ternyata dua sahabatku” jawab Cheonsa.
“Kau mau kemana Cheonsa-ya?” Tanya Luhan.
“Ke ruang administrasi, kalian tau dimana tempatnya?” Jawab Cheonsa yang dibalas anggukan oleh keduanya.
“Kajja, ikut aku…” Perintah SooJin sambil menarik tangan Cheonsa menuju ruang administrasi. Cheonsa yang kaget karena ditarik tiba-tiba sontak menarik ujung kerah Luhan dan membuat Luhan sedikit terjungkal ke belakang.
“YAA!!! PARK SOOJIN BERHENTIII!!!” teriak Luhan pada SooJin yang masih berlari sambil menarik tangan Cheonsa. SooJin yang mendengar teriakan Luhan langsung berhenti dan melepaskan pegangannya pada tangan Cheonsa.
Sementara itu, Kris , Kai, Sehun, dan Chanyeol yang mendengar teriakan Luhan langsung berlari mendekati Luhan.
“Waeyo Luhan-ah?” Tanya mereka ber-empat secara bersamaan, dengan intonasi bicara yang sama pula.
“Ngg?? Setahuku, aku berteriak kepada SooJin kenapa justru kalian yang datang?” heran Luhan saat ia melihat ke-empat sahabatnya datang. Yap! Luhan adalah sahabat Kris yang baru saja datang, Luhan jarang sekali berangkat bersama dengan mereka. Karena ia selalu datang bersama yeojachingunya, Park SooJin.
“Entahlah, setiap kami mendengar teriakanmu pasti kami selalu menghampirimu, Benarkan Kris?” jawab Sehun yang dibalas anggukan oleh semuanya. Benar-benar sahabat yang kompak.
“Kau… murid baru?” Tanya Kai saat melihat yeoja yang belum pernah ia lihat di sekolah ini.
“Ne, Kim Cheonsa imnida…” jawab Cheonsa seraya membungkukkan badannya 90 didepan Kris, Kai, Chanyeol, dan Sehun.
“Kim Jongin imnida, tapi panggil saja aku Kai, disebelahku adalah Chanyeol, namja yang berkulit putih itu adalah Sehun, dan yang paling tinggi itu adalah Kris” ujar Kai memperkenalkan dirinya dan teman-temannya.
“Senang berkenalan dengan kalian semua, tapi aku harus segera ke ruang administrasi. SooJin-ah, bukankah kau mau mengantarku ke ruang administrasi?” Tanya Cheonsa pada SooJin yang sedang mengobrol dengan Luhan.
“Eoh? Baiklah kajja Cheonsa-ya.. dan satu lagi, jangan pernah menarik kerah namjachinguku lagi…” ujar SooJin.
“Namjachingu? Luhan Namjachingumu?” Tanya Cheonsa yang baru tahu kalau SooJin berpacaran dengan Luhan.
“Ne, nanti akan aku jelaskan… kajja, aku antar kau ke ruang administrasi…” jawab SooJin sambil menarik tangan Cheonsa munuju ruang administrasi dan meninggalkan kerumunan namja populer tersebut.
“Kau kenal dengan murid baru tersebut Luhan?” Tanya Kris pada Luhan yang masih memperhatikan SooJin dan Cheonsa yang berlari hingga menghilang dibalik tangga.
“Luhan??” Kris memanggil nama Luhan cukup keras namun Luhan masih melihat kearah tempat SooJin dan Cheonsa menghilang.
“XI LUHAN!!! KAU MENDENGARKANKU??” teriak Kris yang membuat Luhan terjungkal kaget.
“Yak!! Wu yi fan!! Jangan berteriak di telingaku!” ujar Luhan kesal.
“Tadi kau bertanya apa Kris?” Tanya Luhan saat sudah sedikit tenang.
“Kau kenal dengan murid baru tersebut?” Tanya Kris mengulangi lagi perkataannya.
“Ne, dia teman masa kecilku dan SooJin…” jawab Luhan malas.
“Benarkah?” Tanya Kris yang tidak yakin dengan jawaban Luhan.
“Benar… jangan menatapku seolah-olah aku berbohong Kris, atau kau cemburu aku sudah dekat dengan Cheonsa sejak kecil????” Tanya Luhan dengan nada mengejek.
“Te..tentu saja tidak!! Untuk apa aku cemburu padamu??” jawab Kris gugup karena menahan rasa malunya.
“Benarkah?? Tapi, kenapa wajahmu merah dan bicaramu menjadi gugup?? Ini bukan Kris yang kukenal…” ujar Luhan saat mendengar jawaban Kris seperti orang sedang gugup.
“OMO! KRISS!! Wajahmu merah!!!” seru Sehun tiba-tiba membuat Kai, Chanyeol, dan Luhan memperhatikan wajah Kris.
“Kau sedang jatuh cinta Wu yi fan… kami tau bagaimana sifatmu” cerca Luhan saat melihat gerak gerik Kris yang tidak nyaman dengan topic pembicaraan mereka.
“Sudahlah! Lebih baik kita ke kelas!!” ujar Kris pada ke-empat sahabatnya dan pergi meninggalkan mereka ber-empat. Sementara itu, Luhan, Kai, Sehun, dan Chanyeol hanya bisa tertawa melihat tingkah laku Kris yang salah tingkah saat mereka sedang membicarakan Cheonsa.
***
“Cheonsa-ya… ini ruang administrasi, kalau begitu, aku tinggal ya!!! Semoga kita sekelas!! Annyeonnggg!!!” ujar SooJin pada Cheonsa yang masih berdiam diri didepan pintu ruang administrasi sambil melambaikan tangannya. Cheonsa membalas lambaian tangan SooJin dengan senyumannya.
Kalau ia boleh jujur, ia sedikit takut memasuki ruangn ini. Karena disekolahnya dahulu, ruang administrasi adalah ruangan yang paling dihindari oleh murid-murid disekolahnya. Namun sekarang? Ia sudah berada tepat di depan pintu ruangan tersebut. Namun akhirnya, Cheonsa melawan rasa takut tersebut dengan mengetuk pintu ruangan tersebut.
TOK TOK TOK…
“Silahkan masuk..” jawab seseorang dari dalam ruangan tersebut. Jantung Cheonsa berdetak kencang. Perlahan-lahan ia mulai memutar kenop puntu dan membukanya. Kepalanya mengintip dari balik pintu dan masuk kedalam ruangan tersebut. Setelah menutup pintu, ia berjalan perlahan menuju meja kepala sekolah.
“Permisi pak, saya murid baru disekolah ini…” ucap Cheonsa pelan dan sopan, membuat sang kepala sekolah memutarkan kursinya.
“Hello Cheonsa-ya.. Lama tidak berjumpa..” Ujar kepala sekolah membuat Cheonsa mengangkat kepalanya yang menunduk sedari tadi secara perlahan-lahan.
“Wu SangJin ahjussi? Jadi, anda adalah kepala sekolah disekolah ini?” Tanya Cheonsa kaget saat melihat Sangjin duduk dikursi kepala sekolah.
“Syukurlah kau masih ingat denganku.. Bagaimana kabarmu selama di Canada? Kudengar kau mendapat banyak penghargaan atas prestasimu disana..” ucap Sangjin berbasa-basi, sekedar melepas rindu dengan anak temannya ini –yang ia anggap sebagai anak sendiri-.
“Aku baik-baik saja ahjussi… ngomong-ngomong, ahjussi makin terlihat muda saja..” canda Cheonsa. Sepertinya rasa takutnya sudah meluap hilang entah kemana saat melihat Sangjin ahjussi yang sudah ia anggap sebagai appa keduanya.
“Cheonsa-ya.. Kau akan sekelas dengan SooJin dan Luhan, lebih tepatnya kau akan belajar di kelas 2-1 “ ujar sangjin mengalihkan pembicaraan.
“Jeongmalll??? Berarti aku memang sahabat terbaik mereka…” ucap Cheonsa yang dibalas tawa kecil dari ahjussi kesayangannya itu.
“Kajja, aku akan mengantarmu ke kelas…” ajak Sangjin keluar ruangan administrasi menuju kelas Cheonsa yang diikuti oleh Cheonsa dibelakangnya. Selama perjalanan Sangjin banyak menceritakan pengalamannya selama di Korea. Hingga tanpa mereka berdua sadari, mereka sudah berada tepat didepan ruang kelas Cheonsa.
“Tunggu disini dahulu, aku ingin berbicara dengan wali kelasmu..” perintah sangjin pada Cheonsa dan Cheonsa hanya bisa mengangguk tanda mengerti.
Setelah menunggu selama 5 menit, akhirnya Sangjin menyuruh Cheonsa untuk masuk ke dalam kelas.
“Anak-anak, kita kedatangan murid baru, Ayo perkenalkan dirimu di depan kelas…” perintah Nari songsaenim.
“Cheonsa, ahjussi pergi dulu…. Jaga dirimu baik-baik” ucap sangjin berbisik sambil pergi meninggalkan kelas Cheonsa dan berjalan menuju ruangannya.
“Anyeong haseyo, Naneun Kim Cheonsa imnida… kalian bisa memanggilku Cheonsa, saya pindahan dari Canada… Bangapseumnida…” Cheonsa memperkenalkan dirinya didepan kelas barunya sambil membungkuk 90.
“Ingat anak-anak… tak boleh menjahili anak baru, Arraseo?” ujar nari songsaenim pada seluruh murid dikelasnya. “arraseo Songsaenim….” Jawab seluruh murid serempak.
“Cheonsa-ssi, kau bisa duduk disebelah…… SooJin” perintah Nari songsaenim. Cheonsa membungkukkan badannya dan berjalan menuju kursi disebelah SooJin.
“Kurasa kita memang sahabat sejati Cheonnie~~~” gurau SooJin.
“Ne, kurasa kau benar SooJin-ah” jawab Cheonsa seraya tersenyum manis hingga memperlihatkan eye smilenya kearah SooJin.
Waktu Istirahat
“Cheonnie~~ kau mau makan bersama kami dikantin?” Tanya SooJin dan Luhan pada Cheonsa yang masih asyik membereskan bukunya.
“Luhan!! SooJin!! Mau ke kantin bersama kami??” Tanya Chanyeol yang tiba-tiba datang bersama dengan Kris, Kai, dan Sehun.
“Tapi…..” “Kau dan SooJin boleh mengajak Cheonsa makan bersama kami juga..” Chanyeol memotong perkataan Luhan sebelum mereka berdua membantah.
“Cheonsa-ssi kau mau kan makan bersama kami?” Tanya Sehun pada Cheonsa yang sedari tadi hanya diam menghadapi mereka.
“Boleh saja, asalkan tidak merepotkan kalian… Dan Sehun-ssi jangan panggil aku menggunakan embel-embel –ssi oke?” jawab Cheonsa seraya tersenyum manis kearah Sehun.
“Baiklah Cheonsa-ya… Kau juga jangan memanggilku dan yang lain menggunakan embel-embel –ssi… oke?” jawab Sehun yang dibalas anggukan oleh Cheonsa. Sementara itu, sedari tadi Luhan dan Kai menyadari ada aura tidak nyaman dari tubuh Kris saat melihat Cheonsa dan Sehun yang terus bercanda dan mengobrol sambil berjalan kekantin didepan mereka.
“Kris, kau tidak apa-apa?” Tanya Kai pada Kris yang masih menatap punggung Sehun dan Cheonsa.
“Krisss???” Kai mengulangi kegiatannya memanggil nama Kris, tapi Kris masih diam tak merespon.
“KRISSS!!! KAU MENDENGARKANKU???” Kai berteriak sekeras mungkin hingga membuat Sehun dan Cheonsa yang berada beberapa langkah didepan mereka menengok kearah belakang.
“Yakkk!!! Kim jongin!!!! Tidak perlu berteriak kan bisa ?!?!” Kris kesal karena Kai berteriak tepat ditelinganya.
“Habisnya, dari tadi kau tidak mendengarkanku karena terlalu sibuk memperhatikan Cheonsa yang sedang mengobrol bersama Sehun…” ujar Kai asal berbicara tanpa menyadari perbahan warna wajah dari Kris dan Cheonsa.
“Kai… kau membuat mereka berdua menjadi canggung..” ujar Chanyeol yang membuat Kai menyadari bahwa tadi ia keceplosan.
“Uppss…mian…” ucap Kai meminta maaf. Luhan dan SooJin yang melihat reaksi canggung mereka berdua akhirnya bertindak. SooJin menarik tangan Cheonsa menjauh dari Sehun dan berlari kecil menuju kantin bersama Cheonsa. Sedangkan Kris, ia lebih memilih kembali memasang wajah datarnya sebelum ada yang menyadari perubahan wajahnya tadi.
“Kajja kita cepat kekantin..” Ujar Luhan berusaha mencairkan suasana canggung yang dibuat oleh Kai.
@ Canteen
Luhan, Kai, Kris, Chanyeol, dan Sehun sampai dikantin lebih lama dibandingkan Cheonsa dan SooJin. Saat mereka berlima memasuki area kantin, beberapa yeoja mulai berteriak karena kedatangan mereka. Kai yang melihat reaksi yeoja-yeoja tersebut hanya bisa melayangkan senyumannya kearah mereka. Sehun, Chanyeol dan Luhan juga melakukan hal yang sama seperti yang Kai lakukan. Hanya Kris saja yang diam dengan wajah datarnya.
SooJin yang melihat keramaian yang ia sudah tau pasti karena kedatangan namjachingunya melambaikan tangannya memberi isyarat kepada mereka untuk cepat duduk dikursi yang telah ia dan Cheonsa siapkan. Luhan yang melihat SooJin melambaikan tangannya kearah mereka segera menarik tangan teman-temannya menuju meja yang telah disiapkan SooJin.
“Lama menunggu jinnie~~?” Tanya Luhan manja pada SooJin. Cheonsa yang mendengar Luhan memanggil SooJin dengan sebutan ‘jinnie’ hanya bisa tertawa. Sedangkan SooJin, ia justru merasa malu karena Luhan memanggilnya dengan sebutan yang paling dibenci olehnya. Karena menurutnya, panggilan ‘jinnie’ terdengar aneh ditelinganya.
Tiba-tiba, Kai mempunyai sebuah ide. Ia mengisyaratkan Sehun dan Chanyeol untuk duduk disebelahnya. Membiarkan Cheonsa dan Kris duduk bersebelahan. Kris yang menyadari ide ‘gila’ Kai tersebut hanya bisa mendenguskan nafasnya. Lagipula, tidak ada salahnya duduk disebelah Cheonsa.
“Engggg… Biar kami bertiga yang pesan.. kalian pesan apa?” Tanya Chanyeol.
“Cheonsa-ya.. kau mau pesan apa?” Tanya SooJin pada Cheonsa yang masih canggung karena duduk bersebelahan dengan Kris.
“Apakah ada bimbimbap disini?” jawab Cheonsa.
“Ada, kau mau pesan itu?” Tanya SooJin lagi yang dibalas anggukan oleh Cheonsa.
“Apakah minumannya masih sama seperti dulu?” Cheonsa mengangguk setuju atas usul SooJin.
“Baiklah, aku dan Luhan seperti biasa… Cheonsa Bimbimbap dan orange juice dan Kris..”
“ Aku sama seperti Cheonsa saja”
“Nah..itu..” Kris memotong perkataan SooJin dengan cepat namun terkesan datar. Kai, Sehun dan Chanyeol mengangguk dan berjalan menuju stand makanan.
“Bagaimana sekolahmu di Canada cheon?” Tanya Luhan memecah keheningan diantara mereka.
“Baik-baik saja..” jawab Cheonsa datar. Luhan menghela nafas, Cheonsa benar-benar berubah seperti yang diceritakan Taeyeon. Ia menjadi pribadi yang sedikit tertutup semenjak kejadian yang menimpanya. Bahkan ia enggan untuk bersosilisasi dengan lingkungan lagi.
“Masih sakit ya cheon?” Tanya SooJin hati-hati, takut mengingatkan Cheonsa pada kejadian yang menimpanya di Canada. Cheonsa hanya menggangguk pelan menandakan ia masih merasakan sakit yang amat sangat terdalam.
Sementara itu, Kris yang tidak tau apa-apa hanya bisa terdiam. Ia melihat wajah Cheonsa yang mulai berubah menjadi datar. ‘sepertinya julukan ice princess cocok untuknya’ batin Kris.
Saat mereka ber-empat masih sibuk dengan pikiran masing-masing, Sehun tiba-tiba datang membawa sebuah nampan. Sementara Kai dan Chanyeol membawa 3 buah nampan di tangan mereka. Sungguh sahabat yang kejam.
“Cheonsa-ya~~ ini pesananmu..” Sehun menyerahkan nampan milik Cheonsa tepat didepan wajahnya sambil tersenyum manis. Luhan heran melihat sang maknae mereka berubah sangat manis saat didepan Cheonsa. ‘Apa Sehun menyuKai Cheonsa juga?’ batin Luhan.
“Sehun!!! Kau kejam hanya membawa 1 nampan saja!! Sementara kita membawa 3 nampan!! Kau memang dongsaeng yang kejam…” Chanyeol menggerutu tidak jelas pada Sehun. Sementara Sehun hanya tersenyum tanpa dosa.
“Engg… kenapa pesananmu sama seperti Cheonsa Kris??”Tanya Luhan yang baru sadar kalau pesanan mereka berdua sama. “Memangnya tidak boleh??” jawab Kris acuh. Akhirnya, mereka semua memilih untuk makan makanan yang telah mereka pesan.
Saat Cheonsa makan, Kris melihat ada sebutir nasi diujung bibir Cheonsa. “Cheonsa-ya..” Kris memanggil nama Cheonsa dengan pelan,bahkan lebih terdengar seperti bisikan, namun tetap terdengar oleh Kai, Chanyeol, Sehun, SooJin, dan Luhan. Mereka menengok kearah Kris secara bersamaan. Cheonsa juga menengok kearah Kris sambil menunjukkan ekspresi ‘ada apa?’ pada Kris.
Tiba-tiba Kris mengusap ujung bibir menggunakan ibu jarinya secara hati-hati. Kris mendekatkan wajahnya ke telinga Cheonsa dan berbisik.
“Lain kali, kalau makan pelan-pelan baby…” Kris menjauhkan wajahnya dari telinga Cheonsa. Meninggalkan Cheonsa yang masih shock atas perilaku Kris. Sementara Kris? Ia melanjutkan kegiatan makannya tanpa mempedulikan tatapan penuh tanya dari teman-temannya.
“K..k..Kris apa yang kau lakukan?” Tanya Cheonsa pada Kris yang masih melanjutkan makannya. Kris menghentikan makannya dan mendekatkan wajahnya ke telinga Cheonsa lagi. Jika dilihat dari samping, mereka terlihat seperti orang yang er…. Berciuman. Bahkan Kai, Chanyeol, Sehun, Luhan, dan SooJin menatap tak percaya apa yang mereka lihat saat ini. Mereka hanya bisa terdiam melihat Cheonsa dan Kris.
“Hanya membersihkan nasi yang ada di ujung bibirmu… Apa kau suka caraku baby..?” Kris menjawab pertanyaan Cheonsa dengan sedikit seduktif, membuat Cheonsa merinding. Tiba-tiba Kris mendekatkan bibirnya ke pipi Cheonsa dan mengecupnya pelan. Selama 1 menit, mereka berdua berposisi seperti itu, hingga akhirnya Kris melepaskan bibirnya dari pipi Cheonsa dan melanjutkan kegiatan makannya.
Cheonsa membelalakkan matanya melihat perilaku Kris. Namun, itu hanya sebentar. Perlahan-lahan Cheonsa merasa seluruh darah yang ada pada tubuhnya sekarang berpusat pada wajahnya. Perlahan-lahan wajah Cheonsa mulai memerah karena mengingat ciuman yang baru saja Kris berikan padanya.
Cheonsa menutup wajahnya, berusaha menyembunyikan wajahnya yang memerah. Tapi sayang, semua teman yang duduk satu meja dengannya sudah mengetahui bahkan melihat wajah Cheonsa yang memerah. Karena malu, Cheonsa berlari meninggalkan kantin dan menghiraukan teman-teman yang memanggilnya sambil menutupi wajahnya. SooJin yang menyadari hal tersebut berlari mengejar Cheonsa yang meninggalkan kantin membuat Kai, Sehun, Chanyeol, dan Luhan yang masih diam terpaku karena ulah namja jangkung tersebut.
“Kenapa kalian justru berhenti makan? Sebentar lagi masuk. Aku tak ingin terlambat ke kelas karena ulah kalian..” Ujar Kris saat ia sudah menyelesaikan makannya.
“Kris, kau……… menakjubkan..” Kai bertepuk tangan sendirian, sementara Kris hanya tersenyum kecil.
“Jika kau tau… Kau adalah orang pertama yang berani menciumnya di depan umum… aku salut padamu…” Ujar Luhan yang masih shock atas apa yang dilihatnya tadi.
Sementara Kris? Ia tersenyum bahagia didalam hatinya. Entah ada apa dengan perasaannya, ia merasa senang saat sedang berada dekat dan menggoda Cheonsa. Ia merasa ada kupu-kupu yang berterbangan dari dadanya saat ia melihat wajah Cheonsa yang memerah. Entahlah, Kris tidak mengerti apa yang ia rasakan sekarang. Apakah mungkin ia jatuh cinta pada anak baru yang berparas imut tapi ternyata mempunyai sifat dingin yang merupakan sahabat sejak kecil SooJin dan Luhan yang bernama Kim Cheonsa?
………………………………………………………………………………………………………………
Cheonsa berlari meninggalkan kantin seraya menutup wajahnya menggunakan kedua telapak tangan karena menahan malu. Tahukah kalian? Jika tadi dikantin ia dan Kris menjadi pusat perhatian karena perlakuan Kris. Dan dapat dipastikan ia akan mempunyai segudang ANI!! Satu sekolah anti fans. Dihari pertamanya sekolah, ia sudah mempunyai masalah.
Walaupun bukan bermasalah dengan pihak sekolah seperti menyontek ataupun tawuran, tetap saja ia dinamakan bermasalah dengan sekolah barunya. Cheonsa berjalan menyusuri lorong-lorong sekolah. Ia bingung sedang berada dimana karena hari ini adalah hari pertamanya bersekolah dan ia belum tahu seluk beluk sekolahnya. Tersesat di sekolah sendiri. Lucu bukan?
Saat Cheonsa sedang kebingungan mencari jalan menuju kelasnya, tiba-tiba seseorang menepuk pundaknya. Cheonsa menengok kearah belakang dan tersenyum lebar saat mengetahui SooJin tepat berada di belakangnya.
“Kau baik-baik saja?” Tanya SooJin. ’Baik-baik saja? Aku tidak baik-baik saja SooJin!!!’ batin Cheonsa. Namun, Cheonsa lebih memilih diam dan menggangguk bahwa ia baik-baik saja.
“Jeongmall?? Baguslah, kukira kau akan menangis… Kau tau tidak, sepertinya kalian berdua akan menjadi perbincangan disekolah ini…” Ujar SooJin sambil mengajak Cheonsa kembali ke kelas.
“Maksudmu?” Tanya Cheonsa yang terlihat kebingungan karena perkataan SooJin.
“Maksudku, kau dan Kris akan menjadi bahan perbincangan baru di sekolah ini karena ulah Kris dikantin tadi…” jawab SooJin. Cheonsa membulatkan matanya. Kenapa ia harus menjadi perbincangan di sekolah? ‘Umma… tolong aku…’ batin Cheonsa yang sepertinya memang benar-benar akan mempunyai banyak anti fans.
Sesampainya dikelas, Cheonsa merasakan bahwa sedari tadi ia diperhatikan oleh orang. Cheonsa memutarkan pandangannya ke seluruh penjuru kelas. Dan benar saja, Ia sedang ditatap sinis oleh beberapa yeoja dikelasnya. Firasat yang tepat bukan? Tanpa mempedulikan tatapan yeoja-yeoja tersebut, Cheonsa berjalan menuju kursinya yang berada tepat disebelah SooJin.
“Kau benar-benar dalam masalah besar Kim Cheonsa!!!” Ujar SooJin berbisik pada Cheonsa yang masih menatap lurus kedepan menunjukkan ekspresi dinginnya. Sementara itu, Luhan sedari tadi terus mengamati gerak gerik Cheonsa. Ia memperhatikan secara seksama perubahan wajah Cheonsa.
Entah kenapa, ia merasa bahwa Cheonsa menjadi lebih sering menunjukkan ekspresi datar dan dinginnya dibandingkan dahulu. Cheonsa yang dulu adalah yeoja periang, sering tersenyum, dan selalu menjadi penengah saat ia dan SooJin bertengkar, sedangkan Cheonsa yang sekarang adalah seorang ice princess yang tidak ia kenal.
FLASHBACK (Saat cheonsoohan berusia 5 tahun)
“Coojin cuma mau esklim yang dimakan Luhan…” SooJin merengek kepada Luhan dengan nada bicaranya yang masih cadel agar ice cream yang dimakan oleh Luhan diberikan kepadanya, namun Luhan menggeleng dengan keras.
“Shireo!! Kan kita sudah punya esklim masing-masing.. Cheonsa esklim lasa vanilla, SooJin esklim lasa coklat, kalo Luhan esklim lasa stlawbelly…” Luhan tetap saja menolak permintaan SooJin. Karena ia merasa ice cream itu adalah miliknya dan tidak boleh ada yang mengambilnya apalagi memintanya.
“Ini SooJin, makan saja ice cream milikku…” Cheonsa menyodorkan ice cream vanilla miliknya. Memang, diantara mereka bertiga, hanya Cheonsa yang sudah tidak cadel lagi saat berbicara. SooJin menggeleng dengan keras. Ia hanya mau ice cream milik Luhan.
“Luhannie~~~ berikan ice cream mu pada SooJin ya…” bujuk Cheonsa sambil menggerakkan ayunan yang sedang ia naiki bersama SooJin dan Luhan di halaman belakang rumahnya.
“Shireo!! Siapa suruh ia meminta esklim lasa coklat!!” Luhan masih tidak mau memberikan ice cream nya pada SooJin. Perlahan-lahan air mata turun dari mata SooJin. Cheonsa yang melihat SooJin menangis mulai panik. Sementara itu, Taeyeon dan beberapa pelayan di rumahnya itu masih asik memperhatikan mereka bertiga yang masih bertengkar sambil tertawa pelan. Cheonsa yang mulai kebingungan akhirnya mendapat sebuah ide.
“Luhannie~~~ berikan ice creammu pada SooJin ya… Nanti aku akan mengambilkan ice cream strawberry yang baru untkmu.. Otteokhe?” usul Cheonsa pada Luhan. Akhirnya, Luhan menggangguk setuju dan memberikan ice creamnya pada SooJin. SooJin yang senang karena ice cream Luhan diberikan kepadanya, berhenti menangis.
Sementara itu, Cheonsa berlari kecil menuju dapur dan mengambil ice cream rasa strawberry yang baru untuk Luhan. Taeyeon dan beberapa pelayan yang melihat kejadian tersebut hanya bisa tersenyum melihat kepandaian adik dan nona muda mereka.
FLASHBACK END
Luhan tersenyum kecil saat mengingat kejadian tersebut. Kejadian yang sangat memalukan tapi juga berkesan baginya, SooJin, dan Cheonsa. SooJin yang melihat Luhan sedang senyum-senyum sendiri berinisiatif menjahili Luhan. SooJin melangkahkan kakinya mendekati Luhan perlahan-lahan. Luhan yang masih tersenyum mengingat kejadian tersebut tidak menyadari bahwa SooJin sudah berada tepat di belakangnya. Tiba-tiba…
DOR!!!
To Be Continue
Admin Note : Leave Comment Please~^^

No comments:

Post a Comment

Comment before leaving~
You can commend author by just commenting ^^
Arigatou mina-san!!